GoPro dalam waktu dekat ini dikabarkan telah menggandeng kemitraan lisensi dengan Jabil, perusahaan jasa manufaktur. Dengan adanya kerjasama ini, maka ke depannya Jabil akan menggunakan desain GoPro untuk membuat lensa kamera dan sensor. GoPro dan Jabil sebelumnya telah berkolaborasi di Hero4 dan selanjutnya akan terus melanjutkan kerjasamanya. Ke depannya, produk yang digagas dua perusahaan ini akan mencakup pencitraan digital dan perlengkapan end user.

Sandor Barna, Chief Technology Officer GoPro mengungkapkan bahwa nantinya kejasama tersebut akan berlanjut untuk menghadirkan konferensi video, robotik hingga mobile self-driving yang didukung oleh lensa kamera dan sensor gambar GoPro. Produk yang akan dibuat Jabil tidak akan dicap sebagai GoPro, tetapi mereka akan memanfaatkan teknologi yang mendasari GoPro.

Kesepakatan itu muncul karena saham GoPro berada di titik terendah sepanjang waktu, sehingga tidak mengherankan melihat perusahaan mengeksplorasi cara baru untuk bercabang.

Sebelumnya, GoPro diketahui gagal pada bisnis drone. Diketahui bahwa persaingan bisnis kamera drone yang kian sengit tak mampu membuat GoPro bertahan. GoPro secara resmi mengumumkan bahwa perusahaan menyerah di bisnis tersebut. Kompetisi yang kian ketat dan kesulitan mengantongi profit menjadi alasan utama GoPro hengkang dari bisnis tersebut. Kabar mengejutkan ini diumumkan bersamaan dengan dirilisnya laporan pendapatan perusahaan. GoPro menyebut penjualan drone Karma tidak sesuai dengan ekspektasi.

 

Sumber :

http://beritanet.com/news/27275/kerjasama-gopro-dan-jabil-akan-besut-len