Pernahkah Anda membayangkan bagaimana majunya perkembangan teknologi pada zaman sekarang? Banyak hal baru bermunculan dan dengan cepat mengubah habbit setiap individu, termasuk anak-anak. Siswa SD dan SMP kini secara aktif menjadi pengguna smartphone dan otomatis terhubung langsung dengan dunia cyber.

Asean Cyber

Asean Cyber

Kepala Pusat Cyber Security Center ITB, Yusep Rosmansyah (08/07/2017) dalam Program ASEAN Cyber Wellness Training of Tutors (CWTOT) 2017 mengungkapkan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi panduan agar anak-anak menjadi warganet yang baik. Program ini sendiri menyasar kepada end users yang merupakan anak yang berada pada usia SD dan SMP. Program yang telah dilaksanakan pada Juli 2017 tersebut telah menghasilkan sebuah panduan di dunia siber bagi anak-anak sekolah dasar dan menengah yaitu ASEAN Cyber ABC (Cyber Awareness, Cyber Building, Cyber Character). Panduan ini dapat dijadikan sebagai panduan bagi anak-anak untuk mencapai cyber wellness.

Yusep menjelaskan bahawa Cyber Awareness merupakan bentuk kesadaran terhadap apa itu cyber world, aktivitas apa saja yang ada di dalamnya beserta ancaman dan bahayanya. Sedangkan Cyber Building merupakan bentuk hard skill untuk membekali anak-anak dalam beraktivitas di dunia cyber, sehingga anak-anak mampu menjadi warganet yang aktif dalam mengembangkan konten dan membuat coding, sehingga industri kreatif dapat ikut berkembang. Dan yang terakhir adalah Cyber Character yang lebih mengarah pada pengembangan softskill yang mencakup bagaimana antisipasi dan konsekuensi yang muncul dari adanya Cyber Bullying. Yusep dalam hal ini berharap bahwa panduan ini dapat menjadi guideline yang berguna bagi semua warga negara anggota ASEAN dan dapat dimanfaatkan para guru dan orang tua untuk menjadikan siswa dan anak-anaknya menjadi warganet yang baik dan mampu mencapai cyber wellness.

 

Sumber :

https://kominfo.go.id/content/detail/10068/asean-cyber-abc-targetkan-bentuk-anak-jadi-warganet-yang-baik/0/berita_satker