Kekompakan tim sangat penting untuk membangun perusahaan yang solid. Meski kamu punya karyawan-karyawan bertalenta, potensi mereka tidak akan maksimal bila masing-masing orang sulit bekerja sama. Apalagi kini batas antarjabatan makin menipis. Perusahaan perlu melakukan usaha agar tim bisa akrab dan kompak.

Itulah mengapa aktivitas team building atau team bonding menjadi pilihan populer dalam strategi manajemen tim di perusahaan. Sepintas terlihat seperti bersenang-senang, team building sebenarnya punya manfaat besaruntuk menumbuhkan kerja tim. Apa saja manfaat itu, dan seperti apa aktivitas team building yang baik?

Membuat anggota tim saling mengenal

Teman di kantor alias kolega biasanya berbeda dengan teman di sekolah atau kampus. Bila dulu kita bisa memilih ingin berteman dengan siapa, dunia profesional menuntut kita kompak dengan anggota tim walau tidak sehobi atau sepergaulan. Perbedaan itu kadang membuat kita sulit “nyambung” dengan kolega.

Team building memberi kita kesempatan melihat sisi lain kolega yang biasanya tidak muncul di kantor. Siapa tahu, si programmer yang terlihat pendiam ternyata menyambi sebagai gitaris band rok. Sementara teman di divisi finance yang biasanya kaku, diam-diam rupanya geek penggemar berat Star Trek.

Semakin banyak kita mengenal seseorang, semakin kita bisa merasa lebih aman untuk bersikap terbuka. Tak hanya hubungan pribadi, keterbukaan ini pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa percaya yang lebih kuat dalam tim.

Memperkuat komunikasi

Berkat internet, cara kerja secara remote kini menjadi lumrah. Tapi komunikasi remote jelas berbeda dengan tatap muka langsung. Apalagi lewat teks, kita tidak dapat mengetahui kepribadian kolega yang menjadi lawan bicara. Team building membantu mendekatkan karyawan yang bekerja secara remote dengan anggota tim lainnya.

Bila ada karyawan yang lemah dalam komunikasi verbal, aktivitas bersama akan memberi kesempatan mereka untuk berani bersuara. Membuat karyawan merasa nyaman adalah salah satu kunci produktivitas kerja.

Menumbuhkan motivasi dan semangat kolaborasi

Aktivitas team building yang populer (dan seru!) sering kali berformat kompetisi. Entah itu kompetisi olahraga, kompetisi outbound, hingga kompetisi game. Mengapa kompetisi populer? Jawabannya sederhana: karena menang itu menyenangkan!

Meski wujudnya bukan pekerjaan, bekerja sama dalam tim untuk memenangkan kompetisi akan memberi kebanggaan dan rasa percaya diri. Ketika kamu sudah tahu rasanya menang, kamu akan terdorong untuk menang lagi dan lagi. Motivasi itu kemudian akan tertular ke dalam pekerjaan.

Bekerja sama dalam tim untuk memenangkan kompetisi akan memberi kebanggaan dan rasa percaya diri

Bagaimana dengan tim yang kalah? Walau tidak mendapat rasa bangga dari kemenangan, perasaan yang didapat dari bekerja keras untuk mencapai suatu tujuan tetap dapat mendorong semangat.

Melatih leadership tanpa risiko

Memegang jabatan sebagai pemimpin butuh keberanian, baik itu memimpin tim atau memimpin proyek. Terkadang seorang karyawan bisa merasa tidak percaya diri walaupun sebenarnya punya potensi. Apalagi membayangkan kegagalan yang mungkin terjadi.

Lewat aktivitas team building, anggota tim bisa mencoba menjadi pemimpin tanpa khawatir risiko. Ia dapat belajar mengarahkan serta mengatur teman-temannya, kemudian menerapkan pengalaman itu secara profesional. Bila ada kegiatan semacam ini dalam team building, utamakan karyawan yang belum berpengalaman.

Memulihkan semangat kerja

Kegembiraan adalah unsur yang tak terpisahkan dari kegiatan team building. Dengan memberi kesempatan karyawan rehat dari pekerjaan, kita dapat memulihkan motivasi agar mereka bekerja dengan lebih semangat lagi. Karena itulah beberapa perusahaan mengadakan team building di saat krisis.

Kegiatan “rekreasi” seperti ini juga merupakan tanda bahwa perusahaan peduli dengan kesejahteraan karyawan. Karyawan yang merasa dipedulikan akan tumbuh menjadi karyawan yang setia.

Kiat memilih kegiatan team building yang baik

Wujud kegiatan team building bisa bermacam-macam. Tapi hati-hati, tidak semua kegiatan yang dilakukan bersama-sama cocok untuk team building. Salah memilih kegiatan justru bisa membuat sebagian karyawan terasa terkucil atau tidak dihargai.

Berikut ini kiat yang bisa kamu terapkan saat memilih aktivitas team building:

  • Semua peserta harus bisa berpartisipasi. Contohnya, bila di tim ada karyawan berusia lanjut, mungkin hiking bukan pilihan aktivitas yang baik. Jauhi pula aktivitas yang menonjolkan kelebihan individu, karena itu bisa membuat ikatan dalam tim semakin renggang.
  • Pertimbangkan kepribadian dan peran anggota tim. Team buildingharus terasa menyenangkan, tapi setiap orang punya cara yang berbeda untuk bersenang-senang. Tiap tim lain boleh punya aktivitas team building berbeda pula.
  • Mendorong kompetisi yang sehat. Kompetisi yang sehat adalah kompetisi yang tidak membuat pihak yang kalah merasa minder. Selain itu, ingatlah untuk menjaga agar kompetisi tersebut berjalan dengan suasana riang. Bersaing terlalu serius malah bisa berdampak buruk bagi persatuan tim.
  • Memiliki unsur pembelajaran. Team building harus fun, tapi tidak hanya menyenangkan saja. Kegiatan seperti makan-makan atau nonton bersama mungkin bukan pilihan tepat untuk team building.
  • Jangan buat peserta takut gagal. Gagal, apalagi gagal di depan umum, dapat membuat anggota tim merasa malu. Carilah aktivitas yang membuat karyawan merasa nyaman, yang menantang dan memotivasi tapi tidak menakutkan.
  • Jangan merugikan anggota tim. Terkadang kita terlalu terbawa suasana saat bersenang-senang, sampai kita tidak sadar kesenangan itu muncul dari kesusahan orang lain. Jangan sampai ini terjadi dalam aktivitas team building.

Aktivitas team building bukan sekadar hedonisme atau buang-buang waktu. Di balik kemasannya yang penuh kegembiraan, ada manfaat yang besar bagi produktivitas tim. Tapi untuk mencapai manfaat itu kita harus menjalankan team building dengan eksekusi yang baik.

Patokan yang penting saat mengadakan kegiatan team building ada pada hasil yang ingin kamu raih. Apa kekurangan tim yang ingin kamu perbaiki? Apakah masalah komunikasi? Kerja sama? Penyelesaian konflik? Pahami kondisi tim dengan baik, supaya kamu dapat menentukan aktivitas yang paling cocok.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

Source : https://id.techinasia.com/manfaat-team-building-dalam-perusahaan